Langsung ke konten utama

Meragu

Bersama waktu yang terus bercerita
Aku dipertemukan denganmuang
Manusia setengah malaikat, begitu aku menyebutmu
Tampan bersahaja denngan bunga mawar di sudut senyumanmu

Bersama matahari yang melihat langkah kita
Terus melangkah ke ujung jalan rumahku
Dengan tanganku dalam genggamanmu
Hangat, manis

Bersama angin yang mendengar kita
Angin yang yang mengumbar tentang suara merdumu
Ya, kau terus bernyanyi sepanjang malam
Bercerita tentang kita, ku kira

Aku,
Tersenyum di keping hatiku
Mencoba untuk terus menahannya agar tidak terjatuh
Ketika aku menyebut kenangan itu
Mengingat hari itu
Karena ku tahu kau tak mengenal kata setia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONTASE

Penulis                 : Windry Ramadhina Penerbit              : GagasMedia Jumlah hal.         : viii + 360 hlm Tahun terbit      : 2012 Stars                      : 4/5 Aku berharap tak pernah bertemu dengamu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu. Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku, Tapi... Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengamu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh me...

KALO JATUH GAK PERAWAN !!!

Di suatu sore menjelang senja, aku lagi pemanasan sebelum lari. Mulai dari gerak-gerakin kepala, tangan, meregangkan pinggang dan terakhir angkat kaki. Tak lupa sesekali ikut bernyanyi bersama Broery Marantika  ~~~ di suatu senja dimusim yanggg lalu~~~  *ada yang tau ini tahun berapa?*... "HUP!" tiba-tiba keseimbangan kaki kiriku oleng. "KALAU JATUH GAK PERAWAN!!" Suara tiga puluh satu orang itu tiba-tiba terngiang di kepalaku. Cepat-cepat aku mengembalikan keseimbangan agar kaki kananku tak menjejak tanah apalagi sampai membuat jatuh.

Second Beginning

Helai ilalang menawarkan cinta, kawan.  Tapi kita tersesat di langit biru, kawan. Entah, kapan kita bisa kembali... . Memetik cinta di padang itu, kawan. Seperti yang kekasih biasa lakukan. Angin terus bernyanyi, kawan. Mengantarkan cinta pada setiap hati.