Langsung ke konten utama

Malam Hangat untuk Aira

Makasih Tuhan,
Engkau membawa bintang-bintang itu bermain di atas sana
Bersama Ibunda Bulan

Udara malam ini juga terasa hangat
Aspal yang kasar berbaik hati pada Aira
Tidak lagi menambah luka di kaki Aira
_kaki-kaki kecilnya_

Tuhan, Engkau begitu baik malam ini
Tak ada mobil satpol PP melintas
Jadi, Aira tak perlu berlari dengan perut lapar ini

Tuhan, walaupun korannyanya hanya terjual 2 buah
Aira sangat berterimakasih pada-Mu
Karena malam ini sangat indah dan hangat
Seperti pelukan Ibu Aira

Tuhan,
Aira ingin Tuhan juga baik pada Ibu Aira malam ini,
Besok dan seterusnya
Sampaikan salam Aira padanya
Beritahu Ibu kalau Aira kangen Ibu

Tuhan,
Tolong beritahu Ibu Aira kalau Aira baik-baik saja
Aira sudah tak menangis lagi walaupun tak pernah bertemu ibu seminggu ini
Beritahu Ibu, kalau Aira sudah bisa jual koran sendiri
Dan Aira tak menangis... tak menangis lagi
Aira tak mau koran-koran Aira basah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONTASE

Penulis                 : Windry Ramadhina Penerbit              : GagasMedia Jumlah hal.         : viii + 360 hlm Tahun terbit      : 2012 Stars                      : 4/5 Aku berharap tak pernah bertemu dengamu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu. Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku, Tapi... Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengamu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh me...

KALO JATUH GAK PERAWAN !!!

Di suatu sore menjelang senja, aku lagi pemanasan sebelum lari. Mulai dari gerak-gerakin kepala, tangan, meregangkan pinggang dan terakhir angkat kaki. Tak lupa sesekali ikut bernyanyi bersama Broery Marantika  ~~~ di suatu senja dimusim yanggg lalu~~~  *ada yang tau ini tahun berapa?*... "HUP!" tiba-tiba keseimbangan kaki kiriku oleng. "KALAU JATUH GAK PERAWAN!!" Suara tiga puluh satu orang itu tiba-tiba terngiang di kepalaku. Cepat-cepat aku mengembalikan keseimbangan agar kaki kananku tak menjejak tanah apalagi sampai membuat jatuh.

Second Beginning

Helai ilalang menawarkan cinta, kawan.  Tapi kita tersesat di langit biru, kawan. Entah, kapan kita bisa kembali... . Memetik cinta di padang itu, kawan. Seperti yang kekasih biasa lakukan. Angin terus bernyanyi, kawan. Mengantarkan cinta pada setiap hati.