Langsung ke konten utama

Postingan

Wanita yang Mirip Denganku

Tiga tahun berlalu. Dan aku masih sama seperti yang dulu. Menjadi orang yang selalu tersenyum tiap melihat status di facebookmu.  Kamu tahu? Masih lekat betul di kepala ini. Bagaimana rinai gerimis yang mendera bumi, bagaimana angin datang menghembus-hembus seragam kita. Sambil menggosok bawah hidungmu, kamu bilang, "Perempuan itu mirip denganmu," jarimu menunjuk gadis di koridor sebelah barat. Aku melengos, "Ah, aku tidak setinggi dia." "Makanya aku bilang kalau kalian mirip, sangat mirip," katanya sambil terkekeh. Dan beberapa minggu kemudian, kalian - kau dan wanita yang mirip denganku itu - berjalan dengan tangan saling berpautan. Saat itu juga, aku merasa hatiku bagaikan sebidang tanah yang diamuk hujan badai dan angin topan. Kamu memilih wanita yang mirip denganku. Mirip. Mirip. Denganku. Tiga tahun berlalu. Aku masih sama seperti yang lalu. Tersenyum tiap menemukan fotomu muncul di beranda. Tersenyum tiap membaca statusmu....

LATE "HAPPY BIRTHDAY" 2

WHAT SHOULD I DO? 7 April. Jam dua siang waktu Jepang. Suhu musim semi di Jepang benar-benar bersahabat bagi orang Indonesia. Bunga-bunga sakura yang bermekaran, memanjakan mata para pelancong. Waktu yang tepat untuk berjalan-jalan! “Hei! Jangan menarik perhatian orang dengan ekspresimu yang seperti itu!” Rio mendelik pada pria bersweater cokelat yang berjalan di sampingnya. Sementara itu, orang dimaksud hanya terkikik kecil. Ia memasukkan kotak beludru biru ke dalam ranselnya. “Maaf. Maaf. Tapi apa wajahku jadi seaneh itu?” Rio memperbaiki kacamatanya yang sedikit turun. “Ekspresimu itu seperti kamu menggantungkan hidupmu pada kotak itu. Kamu memandangi kotak itu tanpa berkedip semenjak kita keluar dari toko. Beruntung kamu tidak menabrak tiang listrik,” jawab Rio. “Yeah, you know what’s going on my head.” “Eww...” Rio mengibas-ngibaskan tangannya. “Stop it. Pervert man!” “Apa? Apa yang aku lakukan?” “Ah, sudahlah,” Rio mengibas-ngibaskan tangannya...

LATE "HAPPY BIRTHDAY"

Telat ya, Ka? Telat banget malahan. :" Maaf ya, saya sengaja kok. *eh* May I be someone special for you as the latest person? :3 Karena jarak, ini yang bisa saya kasih. I write it happily. Selama ini saya ngasih kamu naskah karena kamu minta. But now, lemme' give you my script as your birhday present. Semoga nggak mengecewakan. Happy reading, darl~

DESTINEE

“Hei, sekarang jam berapa?” “Setengah enam. Mau pulang?” “Tidak. Gambarku masih belum selesai.” “Oh ya, bukannya besok kamu ada kuis kalkulus?” “Hih. Shut your mouth and mind your own business, Efraim. Jangan ganggu aku!” “Oke.” “By the way, skripsimu bagaimana?” “Apa? Aku tidak bisa mendengar suaramu.” “Dih!” Ruina memutar bola matanya ketika melihat headset ipod miliknya sudah ada di kuping Efraim. Sementara ipod yang duduk manis dipangkuan Ruina dalam keadaan mati, tak ada lagu yang terputar. Namun pria itu mengangguk-anggukkan kepala seperti kepala ayam saat berjalan, mengikuti irama delusi di pikirannya. “Stupid, boy,” gerutu Ruina dalam hati, lalu kembali melanjutkan gambarnya.

FALL IN LOVE WITH A BAD BOY

AKUMA DE KOI SHIYOU / FALL IN LOVE WITH BAD BOY @2012 Anashin Gramedia/2013 Rp 18.500 4/5 stars DI judulnya ada embel-embel 'Bad Boy'. Tapi karakter pria yang muncul di covernya tidak berantakan. cuma berdiri dengan posisi cool  dengan kemeja yang setengah terbuka. *nosebleed* Jadilah, komik ini terbawa ke meja kasir. rasa penasaran menggelitik hati, di bagian mana pria itu menjadi bad boy? sebab tampilannya di cover tidak sepenuhnya menunjukkan ke bad boy annya. ringkasan di bagian belakang cover tidak begitu menjual sebenarnya, terlalu umum untuk komik-komik remaja bergenre romance. begini ringkasannya: cowok yang ditaksir Narumi adalah cowok populer di sekolah. Tapi ternyata cowok itu menyimpan sebuah rahasia! Melihat kakaknya yang playboy, Narumi yang masih SMA diliputi kebimbangan soal cinta. Tapikemudian ia jatuh cinta pada Sena-kun, teman sekolahnya yang juga seorang model terkenal. Saat pulang sekolah, tanpa sengaja Narumi mengetahui 'keburukan' S...

MONTASE

Penulis                 : Windry Ramadhina Penerbit              : GagasMedia Jumlah hal.         : viii + 360 hlm Tahun terbit      : 2012 Stars                      : 4/5 Aku berharap tak pernah bertemu dengamu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu. Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku, Tapi... Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengamu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh me...

SELAYAKNYA ULAT YANG MENJADI KUPU-KUPU

Tahunan yang lalu ... Saat aku masih rok merah mengembang-ngembang di kaki kecilku. Menunjukkan celana selutut yang kukenakan, cukup untuk membuat guruku marah karena katanya aku tidak rapi. Tahunan yang lalu... Saat rambutku masih 'semi cepak', membuat guruku mengeluhkan perawakanku yang lebih mirip siswa-siswanya. Tahunan yang lalu... Saat aku masih merajut kisah di kelas 4 SD. Masih ingat betul aku. Saat Ibu Guru menugaskan kami untuk menulis tentang liburan kami dan membacakannya di kelas. Dan masih ingat betul aku ketika aku berdiri di depan kelas, dengan kaki-kaki kecil nan ringkih. Membaca dengan suara yang tak kalah ringkih. Berlembar-lembar kisah tentang perjalananku ke pulau Sumbawa di NTB sana.