Langsung ke konten utama

Wanita yang Mirip Denganku

Tiga tahun berlalu.
Dan aku masih sama seperti yang dulu. Menjadi orang yang selalu tersenyum tiap melihat status di facebookmu. 

Kamu tahu? Masih lekat betul di kepala ini. Bagaimana rinai gerimis yang mendera bumi, bagaimana angin datang menghembus-hembus seragam kita. Sambil menggosok bawah hidungmu, kamu bilang, "Perempuan itu mirip denganmu," jarimu menunjuk gadis di koridor sebelah barat.

Aku melengos, "Ah, aku tidak setinggi dia."

"Makanya aku bilang kalau kalian mirip, sangat mirip," katanya sambil terkekeh.

Dan beberapa minggu kemudian, kalian - kau dan wanita yang mirip denganku itu - berjalan dengan tangan saling berpautan.

Saat itu juga, aku merasa hatiku bagaikan sebidang tanah yang diamuk hujan badai dan angin topan. Kamu memilih wanita yang mirip denganku. Mirip. Mirip. Denganku.

Tiga tahun berlalu.
Aku masih sama seperti yang lalu. Tersenyum tiap menemukan fotomu muncul di beranda. Tersenyum tiap membaca statusmu. Tersenyum tiap membuka kolom komentarmu. Lalu pergi tiba-tiba sebagaimana aku tak mengucapkan permisi saat membuka profilmu. 

Sudahlah, kamu sudah berbahagia bersama (wanita yang mirip) denganku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONTASE

Penulis                 : Windry Ramadhina Penerbit              : GagasMedia Jumlah hal.         : viii + 360 hlm Tahun terbit      : 2012 Stars                      : 4/5 Aku berharap tak pernah bertemu dengamu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu. Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku, Tapi... Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengamu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh me...

KALO JATUH GAK PERAWAN !!!

Di suatu sore menjelang senja, aku lagi pemanasan sebelum lari. Mulai dari gerak-gerakin kepala, tangan, meregangkan pinggang dan terakhir angkat kaki. Tak lupa sesekali ikut bernyanyi bersama Broery Marantika  ~~~ di suatu senja dimusim yanggg lalu~~~  *ada yang tau ini tahun berapa?*... "HUP!" tiba-tiba keseimbangan kaki kiriku oleng. "KALAU JATUH GAK PERAWAN!!" Suara tiga puluh satu orang itu tiba-tiba terngiang di kepalaku. Cepat-cepat aku mengembalikan keseimbangan agar kaki kananku tak menjejak tanah apalagi sampai membuat jatuh.

Second Beginning

Helai ilalang menawarkan cinta, kawan.  Tapi kita tersesat di langit biru, kawan. Entah, kapan kita bisa kembali... . Memetik cinta di padang itu, kawan. Seperti yang kekasih biasa lakukan. Angin terus bernyanyi, kawan. Mengantarkan cinta pada setiap hati.