Langsung ke konten utama

Mengenal cinta #part 3 (end)

Semuanya mengalir begitu saja. Namun, beberapa saat yang lalu, aliran itu terhenti. Entah aku yang menghentikannya dengan batu atau karena aliran itu sudah bertemu dengan debur ombak di muara sana. Aku tak tahu. Tepi pantai itu belum terlihat, tapi debur ombak itu ikut berdetak bersama jantungku.
Aku terus berjalan dan berjalan. Mencari apa arti cinta itu sendiri.  Jika ia adalah masalah rasa, apa yang menjadi patokannya ? Tatap mata, senyum detak jantung ?
Entah telah mencapai tujuannya atau belum, aku harap semua itu akan menjadi jalan bagikut untuk bisa menepi di renda pantai.
Ya, cinta itu tentang resiko. Cinta itu tentang keberanian untuk memulai dan mengakhiri. \m/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONTASE

Penulis                 : Windry Ramadhina Penerbit              : GagasMedia Jumlah hal.         : viii + 360 hlm Tahun terbit      : 2012 Stars                      : 4/5 Aku berharap tak pernah bertemu dengamu. Supaya aku tak perlu menginginkanmu, memikirkanmu dalam lamunku. Supaya aku tak mencarimu setiap kali aku rindu. Supaya aku tak punya alasan untuk mencintaimu. Dan terpuruk ketika akhirnya kau meninggalkanku, Tapi... Kalau aku benar-benar tak pernah bertemu dengamu, mungkin aku tak akan pernah tahu seperti apa rasanya berdua saja denganmu. Menikmati waktu bergulir tanpa terasa. Aku juga tak mungkin bisa tahu seperti apa rasanya sungguh-sungguh me...

KALO JATUH GAK PERAWAN !!!

Di suatu sore menjelang senja, aku lagi pemanasan sebelum lari. Mulai dari gerak-gerakin kepala, tangan, meregangkan pinggang dan terakhir angkat kaki. Tak lupa sesekali ikut bernyanyi bersama Broery Marantika  ~~~ di suatu senja dimusim yanggg lalu~~~  *ada yang tau ini tahun berapa?*... "HUP!" tiba-tiba keseimbangan kaki kiriku oleng. "KALAU JATUH GAK PERAWAN!!" Suara tiga puluh satu orang itu tiba-tiba terngiang di kepalaku. Cepat-cepat aku mengembalikan keseimbangan agar kaki kananku tak menjejak tanah apalagi sampai membuat jatuh.

Second Beginning

Helai ilalang menawarkan cinta, kawan.  Tapi kita tersesat di langit biru, kawan. Entah, kapan kita bisa kembali... . Memetik cinta di padang itu, kawan. Seperti yang kekasih biasa lakukan. Angin terus bernyanyi, kawan. Mengantarkan cinta pada setiap hati.